Membeli produk vaksin hewan secara online di marketplace mungkin terlihat praktis, namun sebenarnya memiliki risiko besar bagi kesehatan hewan peliharaan Anda. Vaksin membutuhkan penanganan khusus seperti rantai pendingin (cold chain) yang ketat selama proses penyimpanan dan distribusi. Jika vaksin disimpan atau dikirim tanpa standar yang benar, kualitasnya bisa menurun bahkan menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, membeli vaksin dari sumber yang tidak jelas di marketplace dapat membahayakan anjing kesayangan Anda.
Selain risiko kerusakan produk, vaksin yang dijual bebas di marketplace juga berpotensi tidak terjamin keasliannya. Produk bisa saja palsu, kadaluarsa, atau tidak didistribusikan secara resmi. Hal ini tentu berbahaya karena vaksin yang tidak berkualitas tidak akan memberikan perlindungan maksimal terhadap penyakit berbahaya pada anjing. Untuk memastikan keamanan dan efektivitas vaksin, penting bagi pemilik hewan untuk mendapatkan produk dari jalur distribusi resmi yang terpercaya.
Jangan lupa melakukan vaksinasi anjing setiap tahun menggunakan EURICAN, vaksin berkualitas yang telah dipercaya untuk melindungi anjing dari berbagai penyakit serius. Pastikan Anda hanya membeli Eurican melalui distributor resmi Boehringer Ingelheim, yaitu Romindo Petcare, agar mendapatkan produk asli dengan kualitas terjamin. Lindungi kesehatan anjing Anda dengan vaksin yang tepat dan sumber yang terpercaya!
“Jangan pernah membeli vaksin hewan di marketplace karena kualitas penyimpanan dan keasliannya tidak terjamin, yang bisa membahayakan kesehatan anjing Anda.”
– Romindo Petcare

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memberikan Vaksin Pada Anjing Anda
Sebelum melakukan vaksinasi pada anjing, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar vaksin bekerja optimal dan aman bagi hewan peliharaan Anda:
1. Pastikan Anjing dalam Kondisi Sehat
Vaksin hanya boleh diberikan pada anjing yang sehat. Jika anjing sedang demam, diare, muntah, atau terlihat lemas, vaksin sebaiknya ditunda. Dokter hewan biasanya akan melakukan pemeriksaan singkat terlebih dahulu untuk memastikan kondisi tubuh anjing siap menerima vaksin.
2. Usia Anjing Sudah Memenuhi Syarat
Anak anjing biasanya mulai divaksin pada usia sekitar 6–8 minggu, kemudian dilanjutkan dengan booster sesuai jadwal hingga dewasa. Setelah itu, vaksinasi perlu dilakukan secara rutin setiap tahun untuk menjaga kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit berbahaya.
3. Anjing Sudah Bebas Parasit
Sebelum vaksinasi, pastikan anjing sudah mendapatkan obat cacing dan bebas dari parasit seperti kutu atau tungau. Infeksi parasit dapat menurunkan sistem imun sehingga respons tubuh terhadap vaksin tidak optimal.
4. Riwayat Vaksinasi Jelas
Jika anjing sudah pernah divaksin sebelumnya, penting untuk mengetahui riwayat vaksin yang sudah diberikan. Hal ini membantu dokter menentukan jenis vaksin atau booster yang diperlukan.
5. Gunakan Vaksin Resmi dan Berkualitas
Pastikan vaksin berasal dari produsen terpercaya dan didistribusikan melalui jalur resmi agar kualitasnya terjamin. Vaksin yang disimpan dan didistribusikan dengan benar akan memberikan perlindungan maksimal bagi anjing.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, vaksinasi akan lebih aman dan efektif dalam melindungi anjing dari berbagai penyakit serius. Jangan lupa untuk melakukan vaksinasi anjing secara rutin setiap tahun sesuai rekomendasi dokter hewan.
